HGN, Kritik Pedas Bagi Guru

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Ucapan selamat Hari Guru Nasional selalu marak di setiap momen November. Guru adalah profesi paling mulia dan strategis di muka bumi. Mengapa? Karena guru melayani dan mengurus “makhluk” paling berharga dan strategis bagi masa depan bangsa, yakni anak didik.

Ungkapan semua profesi sama saja, penting dan strategis, bagi Saya tidak demikian. Guru adalah profesi paling penting dibanding profesi lain. Bukankah semua profesi lainnya 99,99 persen melintasi pengalaman diajar dan dididik oleh guru ? Guru adalah profesi yang memberi dasar pengetahuan, keterampilan dan mental bagi semua profesi.

Di Hari Guru Nasional selain apresiasi atas keberadaan guru yang lebih penting dari semua profesi yang ada, Saya akan berikan kritik. Kritik pedas bagi entias guru di seluruh Indonesia. Tentu diujung kritik ini pun Saya akan kritik panas bagi pemerintah. Kritik adalah pemantik agar ada perhatian dari semua pihak terkait.

Kritik pertama, benarkah para guru yang saat ini bekerja sejak awal ingin menjadi guru ? Panggilan hati dan “sehidup semati” menjadi seorang guru ? Banggakah menjadi guru dan akan terus menjadi guru apa pun yang terjadi ? Menjadi guru karena “dadakan” tuntutan mencari kerja tentu akan berbeda dengan cita-cita dan sejak lama bermimpi menjadi guru.

Kritik kedua, apakah yang sudah diberikan pada anak didik, sekolahan, masyarakat setelah menjadi guru. Apakah di rumah kita ada produk/karya yang kita buat ? Apakah kita punya piala/piagam/sertifikat dan berbagai jenis benda dan dokumen yang menjelaskan kita adalah guru yang punya prestasi ? Apakah di sekola